- PROFILE
HOME / ABOUT US / PROFILEPT Minna Padi Investama Tbk merupakan perusahaan efek yang telah berdiri sejak tahun 1998, dan hingga saat ini masih terus berkembang di tengah persaingan yang ketat dalam industri pasar modal Indonesia.
Dengan didukung oleh tim manajemen serta tim investasi yang profesional dan berpengalaman di pasar modal, PT Minna Padi Investama Tbk memantapkan diri untuk menjadi salah satu perusahaan efek swasta terbesar, terpercaya dan dapat diandalkan, khususnya dalam sektor ritel.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan dan riset, disertai dengan misi edukasi terhadap masyarakat yang awam terhadap pasar modal terus dilakukan untuk menjaring para calon investor baru.
PT Minna Padi Investama Tbk ingin terus mengembangkan diri dan turut berpartisipasi dalam pengembangan pasar modal di Indonesia. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Dibuktikan bahwa sejak Maret 2006 sampai dengan Juni 2007, PT Minna Padi Investama Tbk telah membuka cabang di Surabaya, Solo, dan Semarang.
Saat ini, PT Minna Padi Investama Tbk sebagai perusahaan induk, memiliki beberapa anak perusahaan dengan kegiatan usaha yang berbeda, salah satunya adalah PT Minna Padi Aset Manajemen yang juga merupakan perusahaan efek yang memiliki kegiatan usaha sebagai Penasehat Investasi dan Manajer Investasi. PT Minna Padi Capital juga merupakan anak perusahaan yang bergerak di bidang investasi.Pada hari Senin, tanggal 9 Januari 2012 PT Minna Padi Investama Tbk, selanjutnya disebut Perseroan, melakukan listing (Pencatatan Perdana Saham) di Bursa Efek Indonesia dengan Kode : PADI
Kegiatan Usaha Utama Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek, selain itu Perseroan juga melakukan kegiatan usaha penunjang yaitu ;- Kegiatan perdagangan saham melalui internet (online trading)
- Melakukan kegiatan fasilitas pembiayaan efek, dan fasilitas transaksi marjin sebagaimana dimaksud dalam peraturan yang berlaku di bidang pasar modal, kegiatan pemberian fasilitas sehubungan dengan pemberian kembali (Repo) surat berharga (termasuk saham atau obligasi atau surat berharga lainnya berdasarkan peraturan perundangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal).
- Melakukan jasa penasihat investasi dan penasihat keuangan dalam arti seluas-luasnya dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku termasuk ketentuan di bidang pasar modal
- Melakukan kegiatan penyertaan saham pada perusahaan terbuka sehubungan dengan kedudukan Perseroan sebagai Penjamin Emisi Efek atau Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal
- Melakukan kegiatan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung di perusahaan terbuka maupun tertutup dengan maksud tidak melakukan pengendalian terhadap perusahaan dimaksud
Bersamaan dengan pencatatan Saham Baru yang berasal dari Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 300.000.000 (tiga ratus juta) Saham Biasa Atas Nama atau sebesar 23,07% (dua puluh tiga koma nol tujuh persen) dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham, maka Perseroan atas nama Pemegang Saham Lama akan mencatatkan 76,93% (tujuh puluh enam koma sembilan tiga persen) dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Dengan demikian jumlah saham yang dicatatkan oleh Perseroan di PT Bursa Efek Indonesia menjadi sejumlah 1.300.000.000 (satu miliar tiga ratus juta) Saham Biasa Atas Nama atau 100% (seratus persen) dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh setelah Penawaran Umum Perdana.
Bersamaan dengan pencatatan saham dicatatkan pula sebanyak 150.000.000 (seratus lima puluh juta) Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada Pemegang Saham Baru. Apabila Waran Seri I dilaksanakan seluruhnya, maka para Pemegang Saham Perseroan baik Pemegang Saham Pendiri maupun Pemegang Saham Publik akan mengalami dilusi sampai dengan sebesar 10,35% (sepuluh koma tiga lima persen).
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan Penawaran Umum akan digunakan untuk:- Sekitar 83,88% (delapan puluh tiga koma delapan delapan persen) akan digunakan untuk memperkuat struktur modal kerja antara lain meningkatkan limit perdagangan, pembiayaan efek, penjaminan emisi, dan kegiatan investment banking lainnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK.
- Sekitar 12,5% (dua belas koma lima persen) akan digunakan untuk ekspansi dan pembukaan cabang baru sebagai berikut:
a. Tahun 2012 rencana pembukaan 1 (satu) cabang baru.
b. Tahun 2014 rencana pembukaan 1 (satu) cabang baru.
c. Tahun 2015 rencana pembukaan 1 (satu) cabang baru.
Pembukaan cabang-cabang baru ini rencananya akan difokuskan di kota-kota besar di Indonesia seperti: Jakarta, Bandung, Denpasar, Makassar, Medan dan Palembang. - Sekitar 1,12% (satu koma satu dua persen) akan digunakan untuk pelunasan seluruh hutang Perseroan kepada PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
- Sekitar 2,5% (dua koma lima persen) akan digunakan untuk pengembangan Sistem Teknologi Informasi dan online trading serta untuk pembelian piranti lunak dan piranti keras.
- Seluruh dana hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk memperkuat modal kerja yaitu meningkatkan limit perdagangan.
Kemudian, menurut data dari Bursa Efek Indonesia, pada akhir Desember 2010 nilai transaksi perdagangan saham harian baik jual maupun beli mencapai Rp4.801 triliun, meningkat dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi perdagangan harian baik jual mupun beli padah tahun 2009 yaitu sebesar Rp4.046 triliun per hari. Pada kuartal 11 2011, nilai perdagangan saham harian Bursa Efek Indonesia mencapai Rp5.034 triliun. Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor masih menunjukkan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan yang terlhat dari perkembangan yield SUN berbagai tenor yang bergerak turun.
Dengan demikian diharapkan dengan semakin membaiknya situasi sosial, ekonomi dan politik Indonesia akan membawa perkembangan pasar modal yang baik di masa mendatang dan merupakan peluang yang baik untuk Perseroan.